Kamis, 20 Agustus 2015

TIGA PUISI ADONIS



KEJATUHAN

aku hidup di antara api dan wabah mematikan
hidup bersama bahasa, dan dunia yang bisu
aku hidup di kebun apel dan langit
di awal kebahagiaan dan kejenakaan

hidup bersama hawa
sang pemilik pohon-pohon terkutuk itu
sang pemilik buah-buah itu

aku hidup di antara arakan awan dan percik api
hidup dalam batu yang tumbuh dewasa, hidup dalam buku
yang menyimpan rahasia dan kejatuhan





LANGIT PENGHABISAN

ia bermimpi: matanya lepas
jatuh ke dalam sumur di kota-kota
yang akan datang
memipikan tarian menuju jurang
dari hari-hari yang terlupakan
hari-hari yang melahap segala hal
hari-hari yang menciptakan segala hal
memimpikan kebangkitan
dan kejatuhan
layaknya laut yang merenggut segala rahasia
untuk melahirkan dirinya sendiri
layaknya laut yang menciptakan langit baru
pada langit penghabisan






ELEGI UNTUK AYAH

1

ayahku adalah hari esok
yang terapung ke arah kita
ia adalah matahari
adalah awan-awan yang berarak
di atas rumah kita

aku mencintainya,
mencintai rahasia rumit  yang terkubur,
mencintai bidang kening yang berdebu

aku mencitainya, mencintai tulang
dan lumpur busuk pada dirinya

2

kesunyain berarak di atas rumah kita
dan sedu sedan diam-diam meluap
dan tatkala ayah meninggal
ladang-ladang mengering
burung gereja beranjak terbang

.
Nama aslinya Ali Ahmad Said Esber. Penyair Arab terkemuka saat ini. Ia juga seorang penerjemah, editor dan seorang teoris. Lahir sebagai anak tertua dalam keluarga petani di Al-Qassabin sebuah desa di Syiria. Adonis Menulis beberapa kumpulan puisi : Adonis : Selected Poems (2010, diterjemahkan oled Khaled Mattawa), Mihyar of Damascus :His Songs (2008), If Only the Sea Could Sleep (2002), dan The Blood of Adonis (1971), kumpulan puisi ini memenangkan International Poetry Forum's Syiria-Lebanon Award. Adonis mengajar di Sorbonne, Universitas Damasku dan Universitas Libanon. Kini ia bermukin di Paris 







 
           



2 komentar:

  1. saya suka terjemahan-terjemahan Anda kang rozi.
    saya tunggu buku-buku terjemahan akang.

    BalasHapus
  2. saya terperanjat dengan terjemahan-terjemahan Anda, Kang Rozi.
    Menggetarkan!
    Ntap!
    Saya tunggu jua buku terjemahannya.

    BalasHapus