Senin, 14 April 2014

DUA PUISI PABLO NERUDA



ANGIN DI SEBUAH PULAU
 
angin adalah seekor kuda:
coba dengar betapa ia berpacu
mengarungi samudra, melintasi langit

ia menghendakiku: coba dengar
ia menjelajahi dunia
hanya untuk membawaku pergi jauh

untuk malam ini saja tolong sembunyikan aku
di balik sepasang lenganmu
saat hujan mengecup samudra
                        mengecup dunia
dengan mulutnya yang tak terkira

coba dengarkan bagaimana angin
memangil-manggil diriku dengan keras
ia mengajakku pergi jauh

lalu keningmu bertemu keningku
bibirmu bertemu bibirku
tubuh kita terikat
oleh asmara yang menenggelamkan kita
biarkan angin berlalu
ia tidak akan mampu membawaku pergi jauh

saat aku tenggelam
dalam matamu yang gemilang
abaikan angin riuh yang bermahkotakan buih itu.
biarkan ia memanggil-manggil dan mencariku
biarkan ia berkisar hanya dalam bayang-bayang

untuk malam ini saja,
izinkan aku istirah, wahai kekasihku

(Diterjemahkan dari terjemahan bahasa Inggris oleh Donald D. Walsh. Puisi Ini Judul aslinya La noche en la isla)



DIA YANG TAK TERHINGGA

lihatlah sepasang tangan ini
tangan yang telah mengukur dunia
tangan yang telah memisahkan
mineral dan biji-bijian
tangan yang telah melahirkan perang dan damai
tangan yang telah memintas jarak
seluruh samudara dan sungai

tapi
saat tangan ini merabamu,
duhai gadis mungil,
duhai, butir gandum, duhai burung camar
tangan ini tak mampu meliputimu
tangan ini letih mencapai
merpati kembar yang rebah dan beterbangan
di dadamu
tangan ini menjelajahi lenganmu
kemudian melingkari pinggangmu yang cemerlang

bagiku engkaulah harta karun yang tak selesai kumuat
engkau melebihi keluasan samudra dan seluruh cabangnya
engkau begitu putih, begitu biru begitu lapang
bagaikan bumi saat musim panen

aku berjalan,berjalan,berjalan dan berjalan
di wilayah tubuhmu,dari ujung kaki hingga ujung kepala
di sana akan kuhabiskan usiaku

(Diterjemahkan dari terjemahan bahasa Inggris oleh Donald D. Walsh. Puisi Ini Judul aslinya La infinita

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar