Kamis, 15 Desember 2011

Sesuatu Tengah Merangkul Matamu


Sesuatu Tengah Merangkul Matamu

sesuatu tengah merangkul matamu yang sejernih gerimis
sewaktu engkau berdiam diri dalam kamar sambil memandangi senja yang ritmis
ia barangkali hanya duka selintas, atau dosa yang ditemukan eva
ketika khuldi melewati rongga tenggorokannya

entah duka selintas entah dosa yang melewati tenggorokan eva
namun sesuatu itu telah melemparkanmu dalam deretan fiksi
tentang cinta dan perasaanperasaan yang menciptakan riwayatnya sendiri

dinding kamar melulu putih dan kosong
begitupun plafon yang menahan deras angan
sedangkan tingkap seperti frustrasi yang enggan dibuka


“cepat jabarkan apa sesuatu itu, agar aku tentram dalam kepurapuraan!”

sesuatu itu (barangkali) duka, mungkin saja dosa, atau bisa jadi
perpaduan keduanya, dosa+duka

:ihwal omong kosong belaka

ia adalah kemungkinan yang terus menerus dilahirkan
utuk menjadi siasia

ranjang tidak lagi dingin
udara mengertap dari balik ventilasi
dan lantai memantulkan parasmu yang kembali purba


“tetapi aku belum tentram dan masih dalam …”

memang demikian adanya, ketentraman adalah fatamorgana
yang dijatuhkan dari langit entah oleh siapa

2011

1 komentar: