Selasa, 27 Desember 2011

Ke Arah Selatan


Ke Arah Selatan

ke arah selatan kamu akan berjalan
menujum kemungkinankemungkinan lain,
mencecap variasi atas tragedi yang menjelma sirkel api

dan malam semakin memancarkan warna merah karat
dan percakapan yang hanya sesaat
(pada sebuah gaduh yang tentu saja tidak utuh)
kembali terngiang :

“di rumah hanya ada jenuh yang berat, sangat berat”
“tapi kamu memiliki fantasi, dan bukubuku yang membangun ilusi”
“akankah kita terus beriman pada ilusi, terhadap fantasi”
“terkadang kita harus percaya pada sesuatu yang diaggap tidak nyata,
seperti pahala & dosa misalnya, dan surga, dan neraka, dan cinta”
“ah..”

ke arah selatan kamu akan menghilang
menyambut pergantian musim dengan mata senantiasa berair
seperti karanghantu yang dahulu merekam riuh suara pasasir

“di selatan hanya ada jejak riuh..”
“juga manik matamu yang seakan runtuh”


2011

2 komentar:

  1. Rangkaian kalimat yang membuat bulu kuduk berdiri, merindiiiiing

    BalasHapus
  2. dem! orang yg bisa nulis se-keren ini jd blog follower gue????? Astagfirullah, salah makan nih pasti! Kereeeeeeeeeeeeen pisaaaaaaaaan ih!

    BalasHapus