Minggu, 21 Agustus 2011

Mengaji Dirimu

pukul tiga dinihari tubuh kita sempurna menjelma sungai doa
menggapai masa silam yang terselip di celah batubatu usia

ikanikan berenang di dasarnya, sambil menulis ayatayat kenangan
dengan mata yang tidak kunjung terpejam

demikianlah aku mengaji dirimu, melewati kesamaran demi kesamaran
melalui alif lam mim yang bertiup dari hulu dongeng kejatuhan

2011


2 komentar:

  1. Salah sendiri punya blog bagus, saya follow.

    BalasHapus
  2. nice poem.. meski kadang gak paham maksud dari rangkaian kata-katanya, karena pada dasarnya setiap kalimat bisa diterjemahkan dengan beragam interpretasi kan?

    BalasHapus