Minggu, 21 Agustus 2011

KAMAR DARI MALAM YANG TERBAKAR

I

kuciptakan kamar dari malam yang terbakar
berbaring di dalamnya sambil mengingatmu
dengan sebelah kepala yang sakit
sebuah bayangbayang tegak di tembok yang remang
di atasnya kutulis segala yang telah berlalu:
percakapan singkat, pesanpesan pendek, bukubuku
juga pertemuan yang sama sekali tidak terencana

di kamar yang tercipta dari malam yang terbakar
kamu memutuskan untuk menjauhiku
seperti sebagian besar keberuntungan

tak apa, menjauhlah dariku. sebab jarak
akan mengajarkan bagaimana menjadi
seorang pecinta yang tulus
mengasuh kesetiaan di belantara dunia yang kelabu

karna jarak akan mematangkan rindu

sebab pertemuan dan perbincangan yang berlebih
bakal membawa kita pada perasaan yang hambar
menggiring kita menuju hasrat yang kelewat menggebu
lantas lekas menjadi abu

II

waktu adalah sungai yang mengalir dalam ruhku
mengantarkan repihan usia juga nasib yang susah sekali dibaca
di sana kularungkan ingatan: sepasang matamu yang selalu biru,
gemetar suaramu yang lentur itu, serta panorama tubuhmu
yang melebihi kesucian doadoa

seperti jiwa yang kelak kembali ke hulu cahaya,
aku akan kembali kepadamu bukan sebagai lelaki
bukan sebagai pecinta yang keras kepala
tapi sebagai puisi yang terkelupas dari katakata

kembali kepadamu sebagai ruang kosong
yang ikhlas menerima dan melepas

2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar