Minggu, 21 Agustus 2011

FEDERICO

seperti peperangan yang menyerang sebagian usiamu
kita pun bergermuruh, menciptakan laut dari seratus ciuman panjang
di sana kita tanam ikan bersisik gelap yang lihai melahap masa silam,
kamu tahu, segala yang gelap menyerupai kulit nasib
dan warna percintaan kita

jangan pejamkan matamu yang kerap memuntahkan puisi itu, ketika
pelurupeluru mendesing menggumamkan pujian ganjil
sebab musimmusim telah mendirikan rumah di belukar ingatanmu
hujan yang tidak turun bulan ini sebenarnya telah turun di kedalaman mimpimu,

dan maut sekadar perjalanan ringan yang akan menuntaskan
segala yang belum lunas

2011

1 komentar:

  1. salam sastra

    sebuah puisi adalah gigitan.

    BalasHapus