Senin, 17 Januari 2011

Tanah Kelahiran Menjelang Malam

nafasmu datang dari lubuk masa yang hitam
menepuk ingatanku

kelahiran hanyalah masa silam yang dibawa kabur
ledakan waktu, katamu

ya, dan segalanya telah menjadi sesuatu yang lain
yang samar

bagaimana harus kembali kuajari seluruh tubuhku
untuk mengakrabi semuanya

benih ruh yang bertebaran di tubuh sungai
akar nyawa yang menggumamkan lagu kepulangan
pada setiap batang pohon. juga pangkal nafas yang gemetar
dalam hembusang angin di ujung senjakala

2010

6 komentar:

  1. puisi yang cakep kang oji

    cekidot ini juga dong:
    http://gumampelabuhan.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Penyair, apa kabar? aku membacamu di sela hujan

    BalasHapus
  3. widih, masuk kesini tuh serem bgt, apalg liat headernya kreatif bgt, keren...
    ternyata disini tmptnya penyair toh...?
    keren2 tuh syairnya

    BalasHapus
  4. aku membaca tulisanmu saat nyamuk menyerangku,dan aku sendiri bingung harus berkomentar apa? yang jelas bahasanya begitu berasa

    BalasHapus
  5. baru pertama berkunjung kesini.. salam kenal mas :)

    BalasHapus
  6. bagus kang..hehehe..salam kenal doong

    BalasHapus