Jumat, 07 Januari 2011

Kupanggul Gelisah Lautan

telah kupanggul gelisah lautan ketika sepasang matamu
menahan kejatuhan gerimis, lalu harapan meledak
tepat di pertengahan langit. udara semakin asin
semakin likat

dan kita kehabisan bahasa untuk sekedar mengatakan cinta

pulaupulau telah karam di gelombang rambutmu yang keperakan
pulaupulau yang tercipta dari potongan katakata yang kulahirkan
dengan susah payah pada setiap rakaat, ketika malam
benarbenar matang dan mengelupas, ketika rahasia terperangkap
jaringjaring gaib yang kupasang antara tiangtiang doa

kini bahuku remuk oleh gelisah lautan yang semakin memberat
sementara tubuhmu telah menjelma hamparan karang yang menerima
repihan tubuhku dengan kesetiaan yang penuh dan padat

2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar