Minggu, 26 Desember 2010

Takziah

I

bertahuntahun kami menggelar takziah ini
sambil melupakan kematian kami sendiri

kematian menjadi sesuatu yang membosankan
sesuatu yang tidak perlu kami lafalkan
dengan lidah gemetar serta mata berlapis kaca

II

untuk apalagikah setiap kepergian dipertanyakan
kami hanya ingin melubangi jasad waktu dengan
perjalanan kami sendiri. sebab kami tak ingin
waktu mencekik langkah kaki kami sambil
mengulum senyum

akhirnya kami mendapati tubuh kami sendiri telah mati

tanah dan taburan kenanga seperti menggumamkan hizib
pengembaraan. dan langit memendam rahasia hujan

akhirnya kami menziarahi kubur kami sendiri dengan
perasaan hambar. mulut kami urung merangkai doadoa
sebab ada yang belum rampung dalam perjalanan ini

demikianlah kami ziarah untuk kemudian
meggelar pengembaraan kembali

III

akhirnya kami kembali pada muasal

kehangatan seperti nyanyian akrab
yang telah kami lupakan

dan lagi, kami mengenali warna sunyi
(karib yang telah lama pergi)

:rahim

2010

1 komentar:

  1. Sajak ini membuat saya iri :)
    Salam kenal, mohon maaf baru bisa kunjungan balik.

    BalasHapus