Jumat, 24 Desember 2010

Peluk

kamar lengang tanpa suara adalah pelukanmu pada suatu gerimis
yang mengeja luka.

aku mencacah setiap ingatan yang berulangkali
menghanyutkanku dalam kesedihan badai.kesedihan yang juga
seperti daunan kering, serakan di suatu taman dan seseorang datang,
menghimpunnya kemudian menjahitkan api.

doadoa melintas antara gemeretak pelan dedaun terbakar, juga mimpi.
tak sempat dibacakan nasib pada sebuah pertunjukan
dengan judul seramai tirai hujan

dan pelukanmu sekarang menjelma krematorium. mengabukan
jengkal demi jengkal jasadku

2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar