Jumat, 24 Desember 2010

Kenangan Tentang Kunang-Kunang

setelah kotakota menjalar dan ribuan lampu neon
membunuh cahaya bulan
masihkah kunangkunag mengambang di udara malam

entah bagaimana caranya tibatiba sepasang mata kita terlepas
dari lubangnya, melesat bagai nasib menuju lubuk malam

dan kita hanya diam
dan kita hanya diam

kita masih tidak paham, ketika sepasang mata itu meledak
menciptakan percikan api yang mengingatkan kita pada langit
tahun baru.

tapi ternyata itu bukan api

selanjutnya malam penuh oleh kunangkunang, beterbangan
menyerupai rintik gerimis, berkilauan seperti serbuk mutiara

pada akhirnya kita paham bahwa sepasang mata kita
padat oleh kenangan

2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar