Jumat, 24 Desember 2010

Apokalips

mata kami yang semakin kasar seiringan dengan bergugurannya
tanggaltanggal di kalender, malam ini seperti melihat jendela kecil
tergantung di langit. jendela kecil itu pelanpelan terkuak dan akhirnya
terbuka lebar. kami melihat miniatur kota yang terbakar oleh sebatang
rokok. dan asapnya membungbung tinggi meliukliuk menyusun epitaf
di permukaan tahun yang penuh oleh kabut. kami seperti diberitahu
bahwa sebenarnya kami sedang tertatih tatih menembus gumpalan kabut itu
dan menemukan jasad kami telah berlubang di sanasini ketika kabut telah
menipis lalu hilang sama sekali. jasad kami yang berlubang mengeluarkan
suarasuara ganjil dari kedalaman sejarah yang dibungkam.

sejarah yang dibungkam mejadi mimpi buruk yang mengepul tipis
dari senyap malam. masuk melalui kedua telinga kami dan esok
hari ketika kami bangun dari tidur kami menyakasikan bahwa
pagi hari yang berkalikali kami temui adalah obat penenang yang meringankan
rasa sakit kami sehingga kami tidak segera melingkarkan tali tambang
dileher kami, kemudian bunuh diri.

2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar