Kamis, 11 Februari 2010

KALIAN HADIR MEWAKILI MASA SILAM YANG TERJAL


KALIAN HADIR MEWAKILI MASA SILAM YANG TERJAL

kami sudah lama tidak meperbincangkan pergantian musim
memperbincangkan aroma tanah setelah tersiram hujan
atau daundaun yang meranggas meruapkan bau kepergian
kami rasa semua itu terlalu sentimentil untuk diperbicangkan
di tengah kebakaran yang mengepung harihari kami
di antara duka yang meletus dan mengeringkan mata kami

akhirnya malam ini, setelah tahun memanjang dan mencabuti
ingatan yang busuk. kami berkumpul di sebuah ruangan sederhana
tanpa hiasan tanpa dekorasi yang berlebihlebihan menyalakan kehangatan
yang hampirhampir saja punah dalam perbendaharaan hidup kami
kami saling mengulurkan tangan, kemudian saling mengenggam
dan merasakan keakraban nyawa yang berdenyar pelan

aih, begitu berharganya hidup dan persahabatan

akhirnya dari mulut kami yang bertahuntahun temaram
mengalirlah kisahkisah tentang jerit dan darah yang menyesaki
paruparu sejarah. tentang kawankawan kami yang sengaja
mendirikan riwayat retak bagi dirinya sendiri
dan orangorang yang dicintainya, riwayat retak yang kemudian
memamah tubuh mereka dalam kebisuan baka

Tanah Jogjakarta

3 komentar:

  1. ini adl puisi yg ckup sdrhana...tp mnarik jg.....gue prtamma

    BalasHapus
  2. cuy\
    hahahaha
    rozy bukan brama kumbara menulis puisi lagi

    BalasHapus