Kamis, 07 Januari 2010

CATATAN KAKI UNTUK SEBUAH PERJALANAN AKHIR PEKAN

I

hujan yang turun kali ini bukanlah kesakitan kami juga bukan
kegelisan yang menguap dan melekat pada dinding langit
ia adalah mimpimimpi masa kecil kami yang hampir patah
yang hampir bocor dan kami menahannya dan kami menambalnya
dengan potonganpotongan senyum yang kami himpun dari
kebahagiaankebahagiaan kecil yang menyisa diantara
puingpuing masa silam. kami sendiri hingga saat ini
belum begitu paham kenapa komputer dan televisi
yang menambah kegaduhan hidup kami mampu
membumihanguskan masa silam. tentunya bukan dengan api
kemudian kami memahami bahwa bukan hanya api
yang dapat membakar yang dapat menghanguskan

II

kami bukannya berlari dari ciptaanciptaan ganjil yang tibatiba saja
tumbuh dari puingpuing masa silam, kami hanya bermigrasi saja
migrasi kecilkecilan. kami anggap ini menjadi semacam usaha untuk
mempertahankan kenangan kami akan warna biru langit sebelum cerobong
cerobong asap pabrik, sebelum cerobongcerobong knalpot kendaraan bermotor
melukainya. kami anggap ini semacam usaha untuk mempertahankan bentuk
bayangan kami yang semakin tidak karuan. aih, kami begitu khawatir sebab
terkadang kami melihat bentuk bayangan kami menjadi tidak lazim
tidak lagi seperti apa yang kami bayangkan. terkadang kami melihat
bayangan kami berwarna tembaga terkadang berwarna putih kehitamhitaman
bayangan kami seperti pantulan dari semua kesakitan sejarah yang tersembunyi
di balik museummuseum.

III

air danau buatan itu berwarna kehijauan. kami berdiri di tepian
membiarkan air hujan menjilati tubuh kami, membiarkan air hujan
membasuh aroma busuk perkotaan yang terlanjur merumuskan ulang
tubuh kami. barangkali inilah penyebab ketidak laziman bentuk
bayangan kami itu.

teruslah hujan.jilati tubuh kami. tanamkan hawa dingin dan getah
dari percintaan musim diantara poripori kulit kami yang menjadi
kasar beraspal.

esok, kami ingin melihat bentuk bayangan kami seperti
sebermulanya. tidak berwarna tembaga tidak juga putih kehitamhitaman

Tanah Jogjakarta,2009

2 komentar: