Selasa, 28 Juli 2009

CELAH, LUKAI AKU


CELAH

senja belum sempat mengenakan sepatunya
dan bergegas pergi

ketika tubuhmu menjadi celah

mataku adalah pemburu yang memar
oleh setiap ketidaktepatan

menemu buruan dalam celah itu

(seekor pencari simurgh yang sasar)

Tanah Serang,2009

LUKAI AKU

lukai aku dengan seluruh keberangkatan
yang menumpahkan rindu

sedang di langit sekawanan burung
menjadikan senja sebagai kekal sarang

lalu apalagikah yang teramat memilukan
setelah sengatan kenangan

Tanah Serang,2009

4 komentar:

  1. Salam Rozi Kembara,

    "kenangan bisa menumbuhkan puisi yang hebat",

    "salam kunjungan dan salam kenal saudara".

    BalasHapus
  2. kepada siapa kau minta di lukai, rozi?

    BalasHapus
  3. ini tubuh mengucur darah
    mengucur darah
    terdampar tanya, aku salah

    saya teringat puisi Isa Chairil Anwar saat lihat gambarnya..
    hmm..kebetulan saya punya edisi lawasnya, lengkap dengan ilustrasi dari Affandi..hehehe

    BalasHapus
  4. waaaa.... puisinya..... keren, bagus banget!

    BalasHapus