Minggu, 21 Juni 2009

Makanlah, Jendela, Setelah Kau Pergi

MAKANLAH

makanlah benih waktu yang berderap pelan
di trotoar darahku.supaya luka tamat
dalam diamnya yang paling sempurna

Tanah Serang,2009


JENDELA

aku tak menemukan jendela di matamu
sekedar tempat untuk menerawang jauh
ke lubuk jiwa. barangkali sebaris namaku
tercatat disana dengan tinta sewarna darah

Tanah Tangerang ,2009


SETELAH KAU PERGI

keningku di tumbuhi lumut dari sejuta penantian
yang belum juga menggedor pintu rumah

kau belum tiba.sekedar mengucap selamat
atau salam

padahal ranjang dan seprai telah kubersihkan
dari sisasisa ritus penciptaan.

kemudian kusulamkan angin
dan kugantung di dinding kamar

Tanah Tangerang,2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar