Senin, 04 Mei 2009

KATANYA, SENJA YANG LAIN


KATANYA

katanya kau serbuk sari, menenun lagu dari benang angin

katanya kau tempiar rintik meyusun orkestra dari sesulur langit dingin

namun aku tak menemukan dirimu dalam nadi kembang
yang saat ini melucuti kelopaknya satu persatu.
juga di tiap tirai hujan pada hamparan sajadah november

:dirimu setemaram nyawa yang berenang di telaga darahku

Tanah Serang, 2009



SENJA YANG LAIN

senja yang lain turun tepat di kedua belah mata dan telinga
mengisahkan hikayat lama, tentang sejarah kanak yang mulai usang
bahkan hampirhampir remuk lapuk oleh lumut kiriman zaman
dan maghrib menderas serupa aliran sungai di musim hujan
mengaliri trotroar sukma.

ada yang belum rampung terkatakan dalam penantian panjang ini
sedang tubuh menanti kematian dengan cara beragam

Tanah Serang, 2009

4 komentar:

  1. ya itu semua kan katanya senja yang lain..dan bagaimana kata tetangga sekitar..

    BalasHapus
  2. dirimu setemaram nyawa yang berenang di telaga darahku.... oh shit!! puisi2 di blog ini mistis2 banget... beruntung sekali saya dikunjungi Anda..
    saya baca beberapa puisi di blog ini... dan saya berdecak sendirian.. saya ulang berkali2...
    gambar, puisi, pilihan kata...
    lama saya nggak baca puisi bagus, entah kenapa, siapa yang mendamparkan saya ke sini... ke senja2, waktu dan diam2 yang sepi dan mistis..

    PUISI INI KEREN2...
    SUMPAH!!!

    BalasHapus
  3. hahaha.sperti biasa kawan, pengungkapanmu sgt puitis. tapi ayo dong, lebih berani lagi! hadirkan imaji2 yang lebih dahsyat lagi!

    nb: hehehe, trnyata kau orgnya lembut y ^_^

    BalasHapus
  4. Senja yang lain itu milkku kawan. Sebab senja adalah menatap mentari di ufuk, saat ia lambaikan tangan. Andai setiap senja tiba kita disana, hehe, capek juga melihat mentari jingga lambaikan tangannya.

    BalasHapus