Senin, 13 April 2009

RUPANYA, OBITUARI WAKTU


RUPANYA

rupanya kilap lesung pipimu, parasmu yang bundar namun likat,
dan gerik tubuhmu saat berjalan tak juga hengkang dari tubir
ingatanku. menjuntai serupa akar beringin tua.

rupanya ingatanku yang berwarna darah, secangkir kisah
yang tersaji di meja kenangan, dan denyut nadi yang entah kapan
berkelindan di gubuk nyawamu tak juga lelah memintal sebaris nama

-hawa

Tanah Serang, 2009



OBITUARI WAKTU

siang dan malam mengelupas di bantaran bibirmu,
almanak yang tergantung di dinding bisu seketika mencair
dan sepasang jarum jam yang biasanya memburu ranum jantung
juga menjahit cerita di sepanjang lilitan urat syaraf patah

sesobek almanak
patahan jarum jam
menggali makam bagi jasadnya sendiri

Tanah Serang, 2009

5 komentar:

  1. Rupanya obituari waktu ini sedang membicarakan saya ya, hehe. Salam kenal. Nice poetry.

    BalasHapus
  2. wah wah.....penuh sejuta arti

    BalasHapus
  3. weleh...welehh... dalem banget juragan.pandai kali buatnya. salam kenal

    BalasHapus
  4. menakjubkan..
    mistis dan....
    uuuh... no comen!

    BalasHapus
  5. wah hanya penulisnya yang paham apa arti tulisannya. masih muda en berbakat....banyak menggunakan istilah2 yang unik juga.

    BalasHapus