Minggu, 05 April 2009

KECUPAN PENGHABISAN, RUANG TAMU, DAN SEBUAH TIKUNGAN


KECUPAN PENGHABISAN

jika perlu pahatlah sisa kecupan ini di sulur gerimis yang singgah pada senja matamu. mungkin suatu waktu, saat bau jasadku baur dengan aroma tanah merah
dan bungabunga kenanga kau dapat mengenangnya lagi

setiap november bertamu ke rumahmu coba periksa kembali tiap jengkal bajunya coba kau rogoh sakunya. di sana ada bayang bibirku yang dulu hapal benar alamat rahasia tubuhmu

dan saat itu kau pun seperti hikayat air mata yang kembali diputar pada bentangan layar nostalgia

Tanah Serang,2009

RUANG TAMU

namun getir dan telapak malam yang termangu di gang tubuhmu
tak pernah menjadikanku asing atau sebisu bunga-bunga plastik
di atas senyap meja

ruang tamu yang pernah menabikku dengan langgam dari jazirah tak berpenghuni

(ruang tamu milikmu)

bahkan tak menancapkan kebosanan para penunggu di loket waktu
malah mengoleskan sebaris warna milik kabut di suatu subuh biru

begitulah aku tak bosan menemuimu semisal rindu hujan
pada coklat tanah, kelabu sungai, biru laut, hijau rumput

(kau tahu, dahulunya hujan adalah seorang pengembara yang memulai kelanannya
dari panas matahari. tapi sekujur jasadnya banjir oleh sisa-sisa cumbu bumi)

Bumi Serang,2009


TIKUNGAN


untuk kesekian kalinya aku gagal menangkap riak tubuhmu
dari hamparan pagi yang menumpahkan jarak

tikungan itu bersama sekian toko,tegap tiang listrik, riuh halte
kerapkali menuliskan degup jantungmu,aroma nafasmu beserta
reruntuhan mimpimu malam tadi.

(barangkali aku pernah letup di salah satunya sebagai ujung duri
mungkin juga tajam belati)

Tanah Serang, 2009

7 komentar:

  1. Pertamaxxx di blog ini... Fotonya kok lagi nongkrong...??? Lagi ngapain sichhh...???

    BalasHapus
  2. km emang jago yaa buat puisi...kerenn euyy...

    BalasHapus
  3. aslmkm dunsanak... aku mau nanya nih.... apa menurut mu bahasa online??? apakah kita telah menggunakan bahasa indonesia yg baik dan benar di inernet??

    BalasHapus
  4. Wow anak Abah sudah tambah maju, tapi jangan merasa puas,terus gali diksinya yang sesederhana mungkin agar semua lapisan penikmat dapat merasakan apa yang kau rasa. Terus berkarya dan lebih kreatif lagi. O ya abah baru datang pentas tari acara Rampak Gendang Nusantara XII di Malaka Malaysia 7-16 Apr 2009.Salam Abah.

    BalasHapus