Senin, 27 April 2009

FRAGMENT AKHIR SUBUH


FRAGMENT AKHIR SUBUH

subuh mengalir dari hidung hari seperti segar darah.
di langit yang masih pucat dua ekor burung melintas lurus
lalu lesap tertelan batas pandang. dari radius tak terbaca
aku merasakan hembusan nafasmu, berjalan tergesa menyobek
selaput angin.

“jangan, jangan singgah di halte kumuh yang bercokol
pada lembar ingatanku”

tepian silet yang mengecup permukaan kulit terasa lebih ringan
dibandingkan hembusan nafasmu itu.

melulu ada memar sekeras batu
yang enggan hengkang walau dibacakan mantramantra penjinak ombak

dan keriuhan yang datang perlahan dari lubang jam menjadikanku lagi
karib sendalu. ( bertiup melupakanmu)

Tanah Serang, 2009

5 komentar:

  1. mmmmmmmm......jejek deru sang debu di akhir subuh..diawal fajar

    BalasHapus
  2. kawan, baris pertamamu ganjil skali :D

    BalasHapus
  3. membaca ini makin asik saja..
    saya tunggu di blog say ya..hehe

    BalasHapus
  4. bagus banget kata2nya......

    BalasHapus