Minggu, 08 Maret 2009

TIGA SAJAK DENGAN JUDUL BERAWALAN HURUF "A"


ANYER

tentu tak ada sisa senja pada butiran pasir yang lumur di bentang telapak kaki penghabisan malam.semuanya seperti karam ditelan gemuruh ombak dinihari.

di bibir pantai yang pasi,kuhujamkan panas namamu supaya lidah laut menjilatnya
dan mengabadikan cintaku serupa perahu

Tanah Serang, 2009


AKHIR

sungai selalu menjadikan laut sebagai rumah tempat tubuh letihnya rebah
melucuti tapak-tapak ziarah yang suatu saat menurunkan hujan perih kenangan

begitupun para pengelana melulu menyertakan peta perjalaan pulang pada
batok kepalanya yang lusuh oleh debu-debu waktu
:sebab burungpun selalu mendambakan buaian sarang

lalu bagaimana dengan angin

begitulah angin, semisal kisah yang lelah mencari jalan keluar. malam-malam membatu dan matahari membiarkan dirinya leleh seperti sebatang lilin yang tak sempat dilihatnya pada sebuah altar kelabu

Tanah Tangeran, 2009



AYAM

tajam pisau jadi gerbang ajal yang telah terpaku di dinding nasib
tapi kisah kesumba itu tak pernah mengucurkan setitikpun gamang
dari celah bulu yang kusam oleh debu-debu sejarah

pun kalian tetap berceceran di tengadah tangan waktu menelurkan kegelisahan lain
yang pelan merayap ke cerobong kepalaku
:melulu menrindukan lengang malam tapi ombak yang selalu bertamu

Tanah Serang, 2009

4 komentar:

  1. A yang keempat:
    Ari. Kini kupanggil dia lelaki.

    BalasHapus
  2. wahh kerenn banget....
    kepp posting sob...

    BalasHapus
  3. ku datang di bait indahmu
    menelisik...dan menghirup bau surganya
    hingga aku dalam pancaran purnama
    yang tengah gemulai.....
    di pemerataan cinta

    BalasHapus
  4. Anyer

    bait pertama yg sia-sia. senja pasti sudah karam di awal malam dong.

    BalasHapus