Sabtu, 28 Maret 2009

BERITA GAMBAR DI KORAN DAN SEBUAH POTRET DI LAMBUNG KOMPUTER


TENTANG SEBUAH BERITA GAMBAR DI KORAN MINGGU PAGI

tapi tanah ini merahnya serak tenggorokan waktu
tapi tanah ini sekumpulan jerit menilap hasrat hujan


ada lelaki yang semesta kulitnya hanya potongan kisah masa lalu
ia bertelanjang dada dan melekapkan jasadnya antara retakan tanah
kiranya ricik yang sering menceracau dari balik bantal tidur itu timbul
seperti ranum kecambah. tapi abjadjad maut terlanjur menghujamkan akar
sampai ke bagian yang paling dasar. kemudian obrolan tentang gemercik air sungai
hanya dongengan yang dibacakan para ibu kepada anaknya sebelum lelap
menjemput peraduan baka

tapi tanah ini merahnya serak tenggorokan waktu
tapi tanah ini sekumpulan jerit menilap hasrat hujan


Tanah Serang, 2009



DI LAMBUNG KOMPUTER KUCARI POTRET DIRIMU

entah di lambung komputer yang sebelah mana potret dirimu berdiam
folder-folder kehilagan pita suara untuk sekedar berkata
“di sana di lambung sebelah kanan. berjejal bersama potret sebuah pesta perayaan”
secoret tanda saja tak kutemukan.jarum jam terbujur di angka dua belas
yang abadi dalam cakaran runcing kuku angin. dan kunyahan gerigi kelengangan.

seperti sebatang lilin aku meleleh di atas tutstuts lelah. Potret dirimu
belum juga kutemukan. “entah dilambung komputer yang sebelah mana”

Tanah Serang, 2009

4 komentar:

  1. makin mantab kau umbar kata
    makin tajam kau tikam aku dengan berbilahbilah kata

    salam semangat

    BalasHapus
  2. duri dalam debu
    kian kilat kau asah sembilu
    kian getir guncangan hatiku

    wow! ada yang baru

    BalasHapus
  3. Yeaaaaah. Tak tahu dan tak akan pernah tahu aku dimana, jika engkau masih melihat dengan mata, meraba dengan tangan, melangkah dengan kaki,berucap dengan mulut. Tak akan.Tak akan tahu aku dimana.

    Pernahkah kau dengar apa kata pantai senantiasa ombak bergulunggulung tak henti menamparnya ? Lalu
    siapa meniup angin, buihbuihnya membuncah membasah kaki langit ?

    Aku berkata : masuklah pada dirimu yang paling dalam, disana jawabnya.

    BalasHapus
  4. rasanya tidak fokus, tidak utuh.

    BalasHapus