Senin, 16 Maret 2009

SAJAK TENTANG BANGKAI KUCING DAN SARANG BURUNG YANG JATUH


BANGKAI KUCING DIGUNDUKAN SAMPAH

ngiau yang paling nyaring pun belum mampu mengantarkan pesan buram
ke tembok retak di lubang rohku

maka cari seperti cangkul yang kerapkali menggali liang-liang penghabisan
bagi narapidana kantor,keluarga,norma, apa saja. mengali terus menggali.
perlahan badannya menyerupai orang yang rukuk dalam sebuah ritual putih

kulit waktu sejuta kali lebih tipis dari lembaran asap. namun koyak gagal
menemukan wujud dalam lambungnya. dan pesan itu semakin sewarna dengan
letih malam.

Tanah Serang, 2009



SARANG BURUNG YANG JATUH SETELAH HUJAN

deras tangan hujan telah mengukir kisah lain pada dinding senja. tentang sejarah
yang terpaksa usai sebelum benar menemukan tubuhnya. Padi-padi menyaksi,
pun ilalang yang semakin meninggi, juga tanah yang sementara ini mengabadikan
sisa berahi musim.

selain kisah ngilu yang diukir deras tangan hujan ada juga fragmen para penunggu
di corong waktu. satu persatu melangkah menjelma abu

:tapi mengapa harus siggah di genangan mataku?

Bumi Mutiara Serang, 2009

5 komentar:

  1. Kusing bitu menagis di dalam tidurnya....Menyedihkan skali kwan...

    BalasHapus
  2. bang...ku kopi ya..buat oleh2 dirumah.......:D

    BalasHapus
  3. Bukan main anak Abah tambah maju. Kelak menjadi penyair yang jadi perhitungan di Indonesia. Jangan lupa semua puisinya kumpulkan dan yang perlu diperbaiki, perbaiki, rencanakan himpun dlm sebuah antologi puisi. Terus berkarya sayang

    BalasHapus
  4. kucing matinya kenapa tuch.. klo ditabrak pasti orang yg nabrak bakal sial terus tuch *mitos atau fakta ya*

    BalasHapus
  5. luar biasa mengolah kata. maju terus

    BalasHapus