Minggu, 15 Februari 2009

SAJAK LAGI...

LAMPU JALANAN DI TENGAH MALAM
:nida amalia

temaram lampu jalanan jatuh di aspal yang dingin oleh malam menua
lalu desir angin seperti tangan dari pusaran waktu membuka kembali
sisa dengus nafasmu yang tertimbun di germuruh dadaku.dan lagi,
bayang-bayang darah kelebatan belum puas menerkamku dengan mimpi-
mimpi segumpal asap.

malam sepekat kopi sedang tempias wajahmu yang bersemayam
di kamar kenang menajam dan menajam.

Tanah Serang
13 Februari 2009



SELASA SORE MENGKERUT

lalu seperti ada yang menjalar di masing-masing mata
semacam api yang dilahirkan kata-kata pedas gelinjangan
di ruang-ruang maya. masing-masing mulut mencari kalimat
sedingin air subuh atau serupa kunci yang mampu melepaskan rindu
pintu pada buka.

selasa sore mengkerut tersimpan catatan waktu yang kekosongan
menuliskannya. dan hanya segenang kenang mampu mengejanya
dalam putaran jam beruban.

Tanah Serang
14 Februari 2009



TENTANG BEKAS LUKA DI DAGUMU

ini kenangan lain tentang hujan yang mengabadi di dagumu serupa rahang bahari
demikian hujan mencoret cerita beragam di halaman buku dalam kepala kita yang beda

kau mungkin melayarkan imaji ke tubuh burung yang berjajar rapih di segaris senja
atau seorang nakhoda yang tengah berseteru dengan badai

dan tangan hujan yang gaib membenamkan telapaknya di dagumu melalui seserpih kaca
yang sekarang padu di ruang hampa. seperti juga liurmu yang entah kemana tak meninggalkan sedikitpun nisan sekedar tanda-tanda ziarah

seharusnya kini jika kau melemparan bayang ke tubuh cermin
singgah lah sejenak kesana. kesepetak bekas luka di dagumu mengingat sebaris hujan di masa kanak

Tanah Serang
11 Februari 2009

9 komentar:

  1. Aku suka semua puisimu Hidup penuh nyawa

    BalasHapus
  2. Kau harus mengendalikan emosionalmu jangan sampai kau yang dikendalikan oleh emosi. Sebab kau nanti akan iba melihat aksaramu yang berserakan. Diksi dan metafor yang sederhana akan membawa penikmat pada puncak kenikmatan dengan tiada merasa lelah.Berpuisi memang perlu proses yang berkelanjutan, ulet, sabar dan tekun. Membaca karya puisi dari penyair terkemuka sangat diperlukan sebagai bahan perbandingan dan menggali pengalaman - pengalaman. Anak abah sangat berbakat, terus kreatif sayang. Abah bangga. Sukses.

    BalasHapus
  3. pusisi yang bagus...salam kenal ..terimaksaih telah berkunjung ke blog kami

    BalasHapus
  4. Jujur saya suka puisi-puisi Anda, Bung. Teruslah berselancar di kabut dan mendung!

    BalasHapus
  5. wah hebat bloh puisi :)

    kunjungi blogku juga ya :) di

    http://linkbee.com/FQ3D

    BalasHapus
  6. Wuich...bagus banget sajakmu

    Sampe aku terlena dalam baca
    Aku teringat dengan kehidupan
    cermin tertera di kaca PC

    Sekarang aku pengikutmu......

    BalasHapus
  7. Kerinduan dan mimpi merupakan motivasi manusia untuk terus hidup.

    BalasHapus
  8. mang....

    ini ada paku...
    di bibirku...
    makin bisu...
    makin kelu...

    mang...

    lemparkan penawar itu..
    padaku..


    salut abis,,,,

    mang,,,boleh kita bertukar link...
    gua suka puisi lo..hahahahahah...

    sekaliah ku polow dah..

    BalasHapus