Minggu, 07 Desember 2008

NYAMUK


NYAMUK

Umurmu seongok daging yang mengundang
Gelora lapar anjing
Malam malam telah menjadi kaki
Membuka lagi rute-rute perjalanan baru
Dan seekor nyamuk sejak dulu
Menunggu disitu sepeti seorang yang birahinya
Tertahan
Kemudian ia pun singgah di umurmu
Menghisap perlahan darah-darah yang mulai melupakan
Tetes mulai melupakan kucur mulai melupakan alir
Ah, musim gugur
kau merangkai perlahan wajahnya
Setiap kali nyamuk itu hinggap
Bukan Cuma musim gugur
Juga senja
Malah ia ingin mengganti kulitmu yang kemarin baru
Kau titipkan pada salon ditepian waktu

Demikian nyamuk itu
Kurir yang mengantarkan tagihan nyawamu
Setiap detik mengabu

Tanah Serang
3 Deseber 2008

6 komentar:

  1. lagi-lagi kawan
    kau hentak aku dalam kalimat-kalimat mematikan

    BalasHapus
  2. hei..bagaimana bisa ada nyamuk..tiba2 ke anjing


    eh...aku bukan lelaki seribu dusta

    tapi sang penakluk wanita


    hahaha

    BalasHapus
  3. sajak yg ny bgs mas,,, :)

    BalasHapus
  4. kubutuh banyak nyamuk untuk membunuhmu dari hatiku...

    BalasHapus
  5. nyamuk bs jd poem jg ya...
    coolz...
    kreatif bgt! ^^
    salam kenal aja.. >,<

    BalasHapus