Rabu, 12 November 2008

SELOKAN




SELOKAN

Tangan-tangan waktu telah menyamarkan
Jejak permainan kita
Tapi kau sudah memesan kamar dalam batinku
Meski kamar itu kusam
Masih ingatkah kau?
Pada bahtera kertas yang kupaksa melayar
Di permukaan tubuh letihmu
ia kini telah menjadi bagian dari kekosongan
Padu bersama puntung rokok atau lendir yang pernah kucampakkan
Tapi adakah kini kanak yang melayarkan bahtera kertas
Sambil membayangkan dirinya menjadi Sinbad si pelaut gagah itu
Entahlah
Lama aku tak membuka lagi perbincangan denganmu
Dan perbincangtan itu takkan pernah terbuka
Masa telah menjelmakannya gembok yang kehilangan kunci
Dan pada suatu yang entah
Aku akan menemukanmu lagi
Dalam suasana lain
Kau mungkin telah jadi kuburan bagi segenap jejak kanakku

28 Oktober-10 November 2008
Tanah Para Sulthan

1 komentar:

  1. puisinya bagus-bagus

    punya makna yg mendalam
    kata-kata yang disajikan juga lepas
    dan jujur.

    mantab

    BalasHapus