Minggu, 16 November 2008

KARANGANTU


KARANGANTU

Hidup belum bosan mencercap rasa malam
Sekarang lekat dikulit para nelayan
Masih mereka selipkan mimpi
Yang tak kunjung meletus
Pada anyir sisisk ikan-ikan
Ah,
Mimpi itu selalu mereka rangkai
Bila tiupan nasib
Hampir menceraiberaikannya
Mereka bertanya pada angin-angin pantai
” kapan mimpi menjadi bus
Yang tamat di terminal”
Angin bingung tak paham arti
Selain tiupan
Selain tiuan
Selain tiupan

Tanah Para Sulthan
11 Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar