Kamis, 27 November 2008

DUA POTONG SAJAK UNTUK KALI INI


CERITA
: L.A

Malam telah kita jadikan
Lemari
Kau mengisinya dengan cerita-cerita
Lusuh
Seperti pakaian yang lekat
Di tubuh seorang jembel
Ia benar faham
Makna pisau yang mengiris kulit seorang
Menjadikannya luka
“meski begitu betinaku, enyahkanlah keluh”
Malam juga yang mengantarkan
Letih suaraku
Merayapi senyap tubuhmu
“demikian, aku masih belajar menjadi
Lelaki. Seperti pohon,seperti pohon”

18-19 November 2008


NON-AKTIF

Perempuan
Aku mengetukmu melalui
Ponsel ini
Namun sepertinya pintu belum juga terbuka
Sekedar mengira
Mungkin kau sedang berdandan
Bukankah nanti malam perjamuan
Dengan tuhan?

Biarlah ketukan memahami asalnya
:tangan
Sementara itu kembali aku membaca
Jarak yang pernah terbentang
Juga jejak perbincangan kita dihalaman langit sana

Tanah Para Sulthan
20 November 2008


3 komentar:

  1. comment
    kata-kata kuketuk di keyboard
    terangkai menjadi comment
    senang hati baca puisinyad
    makanya aku kasih komen disinin

    pariaman 28 11 2008

    BalasHapus
  2. wah ini untuk perempuan ya sajaknya .... makacih makacih..hehhee ke GRan

    BalasHapus
  3. yang ada hanya ketiadaan, tak dapat bukan berarti tak memperoleh. yakinkan, kosong bukan berarti tak berisi...
    thanks banget dah mampir ke blog-ku, ayo tukaran link, lihat blog-ku dah ada link kamu lho he.he..

    BalasHapus