Selasa, 18 November 2008

DAUN KERING


DAUN KERING

rebahlah dahulu
sebelum benar memahami arti lesap
tanah ini begitu lembab
hujan tadi malam baru mencumbuinya

sekarang mari kita bayangkan sisipus
entah berapa kali ia terjungkal
kemudian mendaki lagi
angkapun tak mampu menampung

mari kita hadiahkan seulas senyum pada maut
yang sembunyi
di selimut musim
meranggaskan kita
lalu terserak begitu saja
aih, ada jamur yang baru bangun dari tidurnya
:adalah endapan kenang yang terbenam
Dalam tanah

Tanah Para Sulthan
November 2008

5 komentar:

  1. Senang melihat org pandai merangkai kata.
    SALAM SUKSES!!

    BalasHapus
  2. wee,,,
    mas e puisi2 smua tu isiny,,,

    BalasHapus
  3. Lam kenal...
    Aq suka puisi2x... Mskipun ga prnh bs bikin puisi, tp bahasa kalbu para penyair spt qm seringkl ada yg mewakili bahasa kalbu q...
    Keep it going azzzaaahhhh...

    BalasHapus