Jumat, 24 Oktober 2008

KEMUDIAN BUTA


KEMUDIAN BUTA

Cinta itu
Pada mulanya adalah jam yang berdetak
Perlahan detaknya
Semisal tinta yang menyelinap keluar
Dari anus pena
Ia juga seperti ledakan kentut
Merangsek ke kepalamu lembut
lembut

lalu bernyanyi di ujung-ujung rambut
lyriknya tentang wanita juga pria
yang bahkan dalam piring dan gelaspun
tak tamat bercinta
tapi tahukah?
Di dalam gelas yang airnya
Bermimpi sebesar bah
Ada ikan hiu sedang bertelur
Telur itu akan menetas suatu saat
Mencacah tubuhmu berkeping

MAN 1 Serang
24 Oktober 2008

4 komentar:

  1. apa kabar kawan?
    hangat sekali puisimu
    ada romantisme
    ada kelucuan
    ada ada saja kau kawan

    BalasHapus
  2. waduh puisinya benar2 menyentuh kalbu oi,....

    BalasHapus
  3. saya baru membuat blog..

    entah tempat ceria apa di dalamnya..

    saya dapat satu alasan untuk berkarya..

    saya baca 2 blog malam ini..

    satu punya anda dan satu punya org lain..

    terima kasih sudah menjadi inspirasi..

    pancasaja@rocketmail.com

    BalasHapus
  4. Wah bagus banget nih teman...MANTAB..

    BalasHapus