Senin, 27 Oktober 2008

ELEGI TANGERANG-SERANG


ELEGI TANGERANG-SERANG

Sedu itu kini tertanam dalam tanah
Yang belum bosan membulirkan padi-padi
Namun gelisahnya selembut kapas
Sampai juga di telinga yang telah jadi muara
Bagi air mata sesiapa

Tanahku,
mungkin pada lembaran malam
Kau mengirimkan tangisan bisu
Hanya jalan tol dan angkuh pabrik mendengarmu
Tangisanmu pun cuma sepi tercacah
Sebab entah kapan
Kaki-kaki pabrik itu akan juga memperkosamu
Membenamkan mimpi para tani kedalam lumpur kering
Meghadiahkan nisan bagi sesawah dan ilalang
Juga kabar duka bagi cacing-cacing dan katak-katak
Yang senantiasa mendengungkan irama langit


Sebelum begitu
aku membangun dangau
di hamparan sajak sembab
Dan lukamu kusampaikan juga
Pada anak-anak masa depan
Yang mengenangmu hanya dalam ceita

Tangerang-Serang
26 Oktober 2008

1 komentar:

  1. semakin menggila kawan cara kau melamun.. sampai menggilas di karya mu ini
    salam

    BalasHapus