Rabu, 22 Oktober 2008

DAN SENYAP


DAN SENYAP

Mataku telah menjadi lemari
Yang setia mendengar kesah pakaianmu
Saat itu tubuh hanya sambil lalu
Namun jejak yang sempat mencumbui bau ombak
Juga angin laut
Seperti berjalan tergesa manjadikan
Angin-angin sebagai kendaranya
Ah,benarkah kalian berdua
Telah mencicipi aroma gerimis
Sampai usai, sampai tandas habis
Aroma yang kutuliskan sebagai
Lelagu duka
Lelagu luka
Dan bingar yang lalu lalang di sekeliling
Telah sejak purba lekat
Di telapak sepatu lusuhmu

MAN 1 Serang
22 Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar