Kamis, 11 September 2008

SAJAK-SAJAK DI RAMADHAN KE -12



BADAN

Dikamar badan ini lepas
Helai demi helai
Badan yangselalu kupertanyakan
”manusia?”
Lalu jadi anjing yang lapar
yang haus

”guk!”
Kucabik-cabik terus bibirmu
Dadamu
Juga gua asng yang sampai saat ini
Kaupun tak tahu apa adanya

Cabik terus
Sambil sesekali nanya
” ini daging apa?”
” Tuhan mana?”

Cikulur, 12 Agustus 2008



SUATU MALAM DI PERPUSTAKAAN
; Abdul Salam

Buku-buku mayat yang geletak
Bila enggan kau menjejak
Dan sepotong mulut di sudut rak
Mengoceh entah sejak kapan
Jam pun tak mampu menangkap

” kita membeberkan kebodohan pada badan hari
Kemudian tertawa-tawa sampai habis masa lalu diam
lalu buram”

Rumah Dunia, 10 September 2008


EPILOG

Kaki-kaki malam menjejak disini
Di badan yang habis dijilat hujan
Seperti Rabi’ah tenggelam dalam Tuhan
Lalu ada burung yang kabur
Dari sangkar
Sangkar itu dibadan
Badan yang sama
Badan yang habis dijilat hujan
Dan burung itu semakin jauh terbang

Mencari simurgh entah dimana
Lalu badan ini
Baur bersama tanah...
bersama tanah...
bersama tanah....

Tangerang, 19 Juli 2008

2 komentar:

  1. sebelumnya kita sama harus sepemahanan. bahwa pusi adalah mencipta kata. pusi berbeda dengan cerpen yang menyusun kata.kadang sajak ranjang dan sajak kamar kita kategorikan sebagai puisi. padahal tidak. saya yakin rozi buat puisi untuk dikenal. dan juga dikonsumsi semua kalangan.
    nah, puisi2 tersebut haruslah bertema universal. lokalitas yang diangkat untuk mnjadi global. bukannya tentang "aku dan dia". coba lihat sajak2 di horison, kompas dsb..

    tabik

    BalasHapus
  2. halo rozi..jauh dari semua aturan dan tujuan rozi menulis puisi yang paling penting jujur
    "yang menjerit adalah suara yang memang ingin terdengar"
    saya baca disini puisimu cukup interaktif dengan mengambil banyak contoh metafora
    silahkan rozi terus menulis dengan segala sunyi dan kegelisahan yg kamu rasakan
    semua akan berproses dalam kepenyairan, jangan terlalu memaksakan diri dengan tuntutan pasar dan sebuah pengakuan ok

    BalasHapus