Selasa, 09 September 2008

SAJAK-SAJAK DI TUBUH RAMADHAN



MALAIKAT

Sayapnya patah
Nyangkut ia diranting
Pohon
Dinegeri yang tak terbaca
Dalam peta
Seperti layang-layang putus
Yang dikejar
Dan diperebutkan
Bocah-bocah keeling
Telanjang dada
Sambil gumam
-O, mimpi
O, mimpi
Maka wahyupun
Tak tepat menancap
Maka wahyupun
Cahaya lindap

Cikulur, 12 Agustus 2008





SERANG

Tubuhmu itu
Aku mencabik sajak perlahan
Mengurai matahari, langit, bumi
Bahkan tuhan

Tubuhmu itu
Halaman kesekian
Bagi catat yang tak lelah berjalan
Bagi bahtra belum menemu pelabuhan
Bagi jiwa menelan sedu
menelan sedan

tubuhmu itu
kamar tidur bagi puisi-puisiku yang kesekian

Rumah Dunia
23 July 2008



TENTANG SEORANG

Aha!
Seperti tulang rusukku yang hilang kau
Saat dahulu entah dimana
Dicatatan langit sana
Maka pelan kususun kembali ceceran jejak
Adam yang terperangagah
-O, rusukku…
rusukku…
rusukku…
jika kau itu
bila saja begitu
kembalilah…kembalilah…kembalilah
bagai eva yang menemani sampai halaman terakhir kisah

Rumah Dunia
27 Juli 2008

4 komentar:

  1. www.sorogan.blogspot.com9 September 2008 23.02

    malaikat; gelap, tapi disana ada cahaya, tentang kesadadaran diri yang jauh dari apa yang seharusnya...

    serang;sayang sekali, seharusnya puisi-puisimu tak kau biarkan mendekam di kamar tidur. jadikan serangmu galeri untuk perjalanan, sedu sedan, dan tentu kebahagiaan kata-katamu

    tentang seseorang; aha, asmara! inilah berkah sepuluh pertama ramadhan. disana asmara bergolak rasa penuh dengan aroma rindu. dan engkau mendapatkannya...

    diantara ketiganya, aku paling suka pada malaikat; kata-kata mencelat dengan lebih dalam dan tepat...

    BalasHapus
  2. Waaaah hebat, puisinya kereeeen. Terus berkarya ya!

    BalasHapus
  3. waduh-duh...
    tentang seorang-nya kok bias gender?
    perempuan bukan dicipta dari tulang rusuk laki-laki!

    BalasHapus
  4. sebelumnya kenalan dulu lalu bilang, anda penyair amatiran, kalau saya penyair lalu lalang

    BalasHapus