Senin, 22 September 2008

SAJAK-SAJAk DI MINGGU TERAKHIR RAMADHAN






MUSIM KAWIN

Bulan di atas sana beku
Seperti bisikkan nada-nada sendu
Sedang berpuluh tubuh
Mengundang gelegak dimasing dada
Mencari tuhan di tubuh
Bibir
Mata
Payudara
Ah, hanya daging
hanya daging

Gelegak kemudian jadi ombak
Dan desah
Ah!
Bersahutan hiasan bagi tubuh malam
Yang menggigil

Di penghujung waktu
Surga mengabu

Bumi Banten, 23 Agustus 2008



ULANGAN

Seperti membaca nasib
Kau tusuk dalam-dalam
Huruf-huruf yang tertawa di lembaran
Huruf itu makin keras tertawa
”kau budak soal”
Mata kau seperti api dalam sekam
Lalu sampailah tebasan pedang di leher sang martir
: kertas dan huruf-huruf yang tertawa
Hening seketika
Sebab sang robek datang membentaknya

Kesadran itu nyusup
Di rumah bagi perjalanan hidupmu
Dan sesosok kata baru saja bangun
Dari tidur panjang
: bukan jawab
bukan jawab
tanya yang tak mengenal jerembab

MAN 1 Serang
16 September 2008



CORETAN DI PINTU TOILET

Pintunya
Adalah kakek yang lelah
Dengan mata nyapu sejarah
Di keriput kulit
Cinta yang hanya bisa berdiri
Di ujung lidah berpagut

Terus saja begitu
Cinta di keriput kulitnya itu sibuk sendiri
”kita kata?”
”atau cinta?”
Satu, dua, tiga orang masuk melalui si kakek
Sejenak mata orang menajam pandang
Pada kata yang katanya cinta
Sekarang seperti lelucon badut
Di sebuah gedung pertunjukan
Dan mulut kerasukan tawa
Tawa kerasukan suara
Sura kerasukan ha...ha...ha...
”aih, itu semisal pesing saja”
“bukan, tapi semisal tinja”

Dan tulisan di pintu toilet ingin juga
Bersabda
”sekedar picisan muda yang tak berpenghuni
Penyair di jiwa”

Pintu itu kakek yang lelah
Dengan ringkih rebah

MAN 1 Serang
8 September 2008

1 komentar:

  1. malam telah membekukan mimpiku, serta harapanku.
    aku telah kehilangan sayap
    pada malam hari
    aku terjebak pada kegelapan
    yang mencampakkanku pada
    kekalahan abadi:
    kesepian.

    aku berharap bulan dapat menerangi kuburan dalam hatiku

    BalasHapus