Senin, 25 Agustus 2008

SAJAK-SAJAK ROZI KEMBARA


TENTANG SENYUM YANG MENIKAM

Jangan bakar aku
Jangan tenggelamkan aku
Senyummu
Senyummu
Itu
Seperti kobaran api
Dikuil para majusi
Layaknya laut sedang badai

Sayang…
Tikam uluhatiku keras-keras
Tikam
Sampai berdarah-darah
Bumi pun tersiram merah
Tikam sampai membekas luka
Dan aku benar bahagia

Tikam aku dengan senyummu saja

Tanah Para Sulthan
4 Agustus 2008


ZIKIR SAMPAI KELU, HINGGA BISU

Lidah ini sampai juga dititik kelu
Usai zikir dalam sajak
dalam dia
hu!
Biarlah sekitar tertawa
Orang bincang
Lagu mengalun
Tubuh ini tetap allah…
allah…
allah…
sampai hujan keringat kemudian
hilang tak berbekas menguap
lidah ini tiba juga diujung bisu
usai zikir dalam sajak
dalam dia
hu!

Tanah Para Sulthan
4 Agustus 2008


TUHAN KUBACA ,TUHAN KUEJA

Tuhan
Kueja engkau pada pahatan indah karyamu
Jengkal demi jengkal
Seperti pengelana haus yang peroleh
Segelas air

Tuhan
Adakah kau berrsembunyi
Ditiap senyumnya
Jika begitu
Gadaikan sejenak jiwa
Untuk benar-benar lebur

Tuhan
Kubaca engkau dari satu hari
Kelain hari
Tuhan kubaca engkau
Pada hawa, yulia, dan laila
;wanita

Tanah Para Sulthan
31 Juli 2008

1 komentar:

  1. sajak, sajakmu...whm...bagus..

    mari kita rebut dari akar samapi puncak, pohon puisi yang telah mereka miliki

    BalasHapus