Senin, 11 Agustus 2008

PUSTAKA KELILING DAN KUMPUL BUDAYAWAN & SENIMAN BANTEN


Demi mensosialisasikan minat dan budaya membaca di Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya Komunitas Rumah Dunia kembali menggelar Pstaka Keliling (pusling) Road Show.

Sabtu (2/8) sekitar pukul sepuluh seluruh Kru pusling yang terdiri dari enam orang yaitu Firman Venayaksa selaku president, Royadi Ns, Rozi, Muhzen Den, Oky, dan Salam mereka adalah relawan Rumah Dunia beragkat menuju lokasi diadakannya pusling, yaitu di SD Babakan Kp. Gelam Kec. Cipocok Jaya.

Tak ada kendala yang berarti selama perjalanan. Hanya jalanan rusak saja mungkin yang memperlambat laju pusling yang berwujud kendaraan roda tiga Bajaj yang telah dimodifikasi sebegitu rupa dengan sebuah box dibelakangnya yang menampung ratusan buku.

Sampai dilokasi segera saja para kru dibantu oleh para mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (untirta) unutk mempersiapkan seluruh acara. Acara Pusling Road Show ini terlaksana atas kerja sama dengan para manasiswa Untirta yang sedang melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa.

Seperti biasanya ada beberapa kegiatan yang diadakan dalam setiap event pusling road show. Yang tentunya kegiatan-kegiatan itu memacu kreatifitas serta keberanian anak. Seperti lomba mebca puisi, lomba menggambar dan mengarang. Untuk setiap lomba diambil tiga orang pemenang. Panitia menyediakan hadiah berupa tropi piala, buku dan alat tulis serta buku bacaan bergambar unutk anak.

KUMPUL BUDAYAWAN & SENIMAN

Sekitar pukul 3.00 sore Rumah Dunia kedatangan tamu yang terdiri dari para Budayawan dan seniman Banten. Diantara mereka ada Wowok Hesti Prabowo seorang penyair buruh yang juga mantan ketua Komunitas Satra Indonesia.

Maksud kedatangan mereka ke Rumah Dunia adalah untuk membicarakan tentang rencana festifal seni Banten pada tahun 2009 nanti. Pada perekumpulan itu juga disussun panitia, acara-acara yang akan diadakan dan perkiraan anggaran yang akan digunakan.

Beberapa kegiatan yang akn diadakan pada festival kesenian adalan sebagai berikut: Festival film, Pertemuan satrawan Banten, musikalisasi puisi, pertunjukan tari, teater. Masing kegiatan telah ditentukan penanggung jawabnya. Pihak Rumah Dunia mendapatkan bagian sebagai penangung jkawab pada kegioatan pekumpulan Sastrawan Banten.

Langit mendung. Perlahan hujan turun, cukup deras. Perkumpulan itu belum juga bubar. Sampai maghrib tiba barulah hujan reda. Acarapun berakhir. Ditutup dengan makan bersama. Dengan lauk Goreng Lele dan goreng Ayam lengkap dengan sambal juga lalapnya. Pertemuan ini bisa juga disebut “makan bareng seniman & Budayawan Banten”[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar