Kamis, 12 Juni 2008

SEKEDAR CATATAN RESAH...


MENANTI ORDE PALING BARU

Kita punya negara yang bernama Indonesia. Negara yang katanya makmur dan sentosa. Negra yang katanya kaya melimpah hasil buminya. Benarkah ini atau hanya sekedar dusta belaka?

Kalau toh negara ini makmur sentosa mengapa masih ada ribuan orang yang kedinginan dan kepanasan beratapkan langit dan berlantaikan tanah, juga kenapa kelaparan merajalela. Sampai ada yang rela memakan arang karna saking mahalnya harga makanan pokok. Belum lagi pelanggaran-pelanggaran hak asasi kemanusiaan yang entah kapan akan usai diusut di meja hijau. Tanjung priok berdarah, Aceh berdarah, Mahasiswa yang mati di terjang peluru aparat, serta penculikan aktifis yang kasusunya belum juga mencapai titik terang. Kalau ingin disebutkan satu persatu sungguh terlalu lelah menuliskannya. Masihkah pantas negara kita di sebut sebagai negara yang makmur sentosa.

Kalau toh negara ini kaya hasil buminya mengapa hutang luar negri menumpuk begitu banyak. Mengapa kita harus mengimpor beras untuk mencukupi kebetuhan poko rakyat yang malah mencekik petani secara terang-terangan. Karna hutang menumpuk banyak maka asset-aset penting milik negara itu pun terpaksa dijual untuk mengali tutup lobang. Aset yang begitu berharga jika kita bisa mengolahya.

Buktikan jika kita memiliki hasil alam yang melimpah ruah seperti yang selalu didengungkan dalam televisi maupaun orasi-orasi kosong para pejabat. Gunung emas di papua dikuasai oleh pihak asing yang tentu saja keuntungannya dinikmati oleh mereka, sedangkan orang-orang kita hanya menjadi buruh, hanya menjadi yang disuruh. Berapa besar keuntungan yang mereka peroleh dari kekayaan alam yang kita miliki itu, keuntungan yang harusnya menjadi milik kita. Itu hanya sekelumit contoh saja. Kekayaan alam kita bernasib sama, dikelola oleh pihak-pihak asing dan tentu saja mereka yang meraup keuntungan. Masihkah pantas negara kita disebut sebagai negara yang kaya akan hasil buminya?.

Sudah enam puluh tahun lebih kita bebas dari belenggu penjajahan namun jika kita melihat kenyataan yang terjadi kita dibuat ragu oleh kemerdekaan yang sedang kita jalani kali ini. Benarkah kita skarang ini sudah merdeka? Atau kita sebenarnya kali ini sedang menjalani Neo Imperialisme atau penjajahn gaya baru. pikiran dan mental bangsa kita dijajah melalui tayangan yang bertebaran di televise, oleh iklan-iklan yang menjajakan mimpi-mimpi semu. Cukup sampai disitukah? Ternyata tidak. Sekarang kita dijajah oleh pemerintahan tiran yang korup luar biasa. Pemerintah yang gemar menindas dan menyengsarakan rakyatnya, pemerintah yang kerasukan roh-roh para imperialis dizaman penjajahan dulu. setelah menyadari keadaan yang sebenarnya ini masihkah kita sanggup untuk meneriakkan Indonesia merdeka…!

Enam puluh tahun lebih kita menghirup udara (yang katanya) merdeka. Sudah beberapa orde berdiri dan tumbang. Dari mulai orde lama, orde baru, dan sekarang era (yang katanya) Reformasi. Tapi seperinya segala permasalahan yang melanda negara ini belum juga usai. Ataukah kita sedang menanti sebuah orde. Orde yang paling baru. orde yang entah kapan akan datang. Dimana rakyat benar-benar hidup sejahtera. Dimana tidak ada lagi istilah penguasa yang ada hanya pelayan, pelayan rakyat. Dimana korupsi menjadi suatu hal yang teramat sangat asing. Dan untuk mewujudkan orde yang paling baru ini kita harus bersatu meruntuhkan penguasa-penguasa tiran. Kita tempuh jalan revolusi untuk menegakkan orde yang paling baru. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar