Selasa, 06 Mei 2008

SEORANG IDEALIS

Menjadi seorang idealis terkadang harus berbenturan dengan realitas yang tidak mendukung. Antara yang ada di benak dan yang ada dalam kenyataan tak selalu sinkron. Namun, walau bagaimanapun di zaman yang semakin mengabur ini harus ada orang-orang yang mempunyai kepribadian, yang tidak di ombang-ambingkan oleh keadaan.

Peradaban barat semakin menancapkan kukunya di sini, di tempatku berpijak. Berjuta-juta remaja terjangkit virus hedonisme yang di bawa oleh peradaban racun itu. Belum lagi kapitalisme yang semakin melebarkan kekuasaannya, seolah ingin menjadi Tuhan palsu baru diantara banyaknya Tuhan palsu.

Kondisi bangsa belum juga membaik, kalau boleh di katakana terpuruk. Bagaimana tidak, korupsi makin menjadi-jadi dan KPK selaku petugas yabg seharusnya memberangus para koruptor-koruptor sepertinya hanya menjadi kucing buta dan tuli. Dan walaupun KPK berhasil mengungkap kasus korupsi itu tidak pernah memberikan kelegaan kepada hati rakyat. Para koruptor itu hanya mendapatkan hukuman yang amat sangat ringan tidak sebanding dengan apa yang mereka telah perbuat, tidak sebanding dengan derita rakyat kecil. Menurutku para koruptor itu seharusnya di ganjar dengan hukuman mati. Tidak bisa tidak. Mereka adalah teroris yang amat sangat merugikan. Dan tentu saja yang paling merasakan akibat dari perbuatan mereka adalah lagi-lagi rakyat kecil yang tidak tahu-menahu tentang perkara itu.

Ah…, Indonesia perlu waktu lama untuk bangkit dari keterpurukan dan menemukan jati dirinya. Tidak cukup satu, dua tahun bahkan seratus tahun pun. Tantangan terlalu banyak. Dan mirisnya orang-orang yang berani menghadapi dan mengatasi tantangan sangatlah minim.

Setiap bangsa menggantungkan cita dan harapannya pada para generasi muda. Maka kemunduran kualitas para generasi muda berarti pula kemunduran negri tersebut. Dan sekarang mari kita lihat keadaan generasi muda negri kita tercinta Indonesia. Bisakah dikatakan maju atau mundur? Jawabannya bisa dijawab tanpa harus dikatakan melalui lisan. Cukup di hati saja.

Aku hanya seorang pemimpi yang hanya bias berharap lalu berbuat demi terwujudnya apa yang di impikan. Dan impian terbesarku adalah perubahan yang terjadi pada bangsaku ini. Dan menjadi seorang idealis adalah pilihan terbaik.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar