Kamis, 24 April 2008

TEROENTOEK PETANI KOELON PROGO








Catatan ini kutulis dengan dada bergemuruh dan darah yang bergolak. Catatan ini sekedar pernyataan simpati pada mereka para petanai pemberani di Kulon Progo. Mereka berani melawan ksewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah yang di tunggangi para kapitalis iblis.
Hendak di bawa kemana masa depan bangsa ini bila pemerintah nya saja tak henti-henti menindas dan meneyengsarakan rakyat. Belum usai kasus di Alas Tlogo di mana empat orang warga sipil tewas di hadapan moncong senjata TNI, kini ada konflik baru antara petani di kawasan Kulon Progo dengan penguasa.
Rencananya kawasan pertanian milik mereka akan di alih fungsikan menjadi pertambangan bijih besi. Dan tentusaja mereka harus angkat kaki dari kawasan itu, jika proyek ini benar-benar terwujudkan.
Miris. Tentu saja kurang lebih lima belas tahun mereka mengolah lahan yang tadinya hanya pasir tandus hingga menjadi lahan subur yang mngahasilkan hasil bumi yang berlimpah tiba-tiba saja beberapa oknum datang dan berencana akan mengubah lahan mereka itu menjadi pertanbangan bijih besi. Tentu saja mereka tidak tinggal diam mendengar rencana ini. Bagaimana tidak? Bila saja lahan pertanian mereka menjadi tambang kemana mereka akan menggantungkan nasib hidup.
Mereka para penguasa dan pemodal itu selalu mengatasnamakan devisa dan kesejahtraan. Entah kesejahtraan yang bagaimana. Padahal nyata sekali ini merugikan belasan ribu petani di Kulon Progo. Lagi-lagi penguasa menunjukan belangnya secara transparan dengan membawa slogan-slogan kosong bernama kesejahtraan.
Apakah tidak terbayangkan dalam benak mereka nasib belasan ribu petani bila lahan mereka di serobot. Mungkin hati nurani dan rasa kemanusiaan mereka sudah terbungkus rapat oleh uang. Belum lagi efek lain yang di timbulkan akibat pertambangan tersebut. Menurut Dr Dja’far Shiddieq seorang ahli tanah dari Universitas Gadjah Mada , bahwa kombinasi penanaman cemara udang dan gumuk-gumuk pasir bentukan alam di kawasan Kulon Progo merupakan penahan Tsunami alamiah yang paling efektif. Jika saja kawasan itu di eksploitasi maka terbayanglah kerusakan alam yang akan terjadi. Apakah akibat-akibat ini tidak terbayangkan juga oleh para pemodal tersebut.
Harapan terakhir kini ada di tangan bapak president terhormat. Sebab izin dari beliaulah yan akan menentukan nasib para petani tersebut.
Jika memang bapak president terhormat ingin menyengsarakan dan menindas rakyat silahkan beri restu proyek pertambangan tersebut. Dan kami rakyat, akan mencatatkan nama anda dengan tinta hitam di sanubari masing-masing. Akan kami ceritakan pada generasi setelah kami bahwa dahulu pernah ada seorang pemimpin yang rela meginjak-injak kebahagiaan rakyatnya. Menggadaikan kesejahtraan rakyatnya kepada para penjilat kapitalis[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar